ISB Atma Luhur Pangkalpinang

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.2

NAMA : MARINATI
NIM     : 1211500068
KEL.   : TT

Hey,,,,,,, mas bro n mabk bro saya akan berbagai cara penggolahan data menggunakan SOFTWARE ARCGIS 9.2 di bidang Sistem Informasi Geografis

DISPLAY CITRA

1). Untuk menampilkan data citra di ArcCatalog (StartàProgramàArcGISàArcCatalog),  klik  pada  lokasi file raster dataset, pilih tab Preview.

1

2)    Untuk menampilkan data citra di ArcMap(StartàProgramàArcGISàArcMap), jalankan ArcMap. Klik Add Data Button untuk menampilkan data di ArcMap. Apabila   keluar  peringatan   “Unknown   Spatial   Reference”, klik   OK.   Hal   ini   karena   data   yang   ditambahkan   tidak diketahui informasi spatial reference dari data tersebut.

KOMPOSIT CITRA

Untuk  membuat  komposit  citra  dari  data  citra  dengan  saluran-saluran  yang  masih  terpisah,  sehingga  kita  dapat  menampilkan komposit RGB dari citra tersebut memanfaatkan fasilitas yang ada dalam ArcToolbox.

1)   Aktifkan ArcToolbox , dengan mengklik icon (WindowàArcToolbox) dan akan muncul window dari ArcToolbox.

2)  Kemudian  klik  pada  Data  Management  Tools  à  Raster  à Composite Bands, lalu double klik pada Composite Bands.

1,

 

3) Pilih file saluran-saluran citra yang akan kita gabungkan.Dapat menggabungkan lebih dari 3 saluran.

3

4).Setelah     proses     selesai,     maka     akan     muncul     citra     hasil komposit.   Untuk   merubah   urutan   komposit   band,    dapat dilakukan   dengan   meng-klik   pada   masing-masing   saluran (Red, Green, Blue), lalu pilih pilih band yang diinginkan.

4

DISPLAY NILAI RENTAN BAND/SALURAN CITRA

Untuk cek nilai rentan band/saluran, klik kanan pada data dan

pilih Properties.. , kemudian Pilih tab Symbology. Bisa dilihat nilai

High dan Low. Atau bisa juga (untuk lebih memastikan lagi

rentang nilainya) pada Strectched  Type pilih Custom, lalu klik

Histograms…

1r

12

GEOREFERENCE CITRA

Georeference adalah proses memberikan koordinat peta pada citra

dan  lokasi  spasial  Untuk  proses  ini  dibutuhkan  beberapa  titik

ikat  medan  untuk  memasukan  nilai  koordinat  pada  citra.  Peta

rupabumi    dapat    digunakan    sebagai    data    acuan    untuk

menentukan titik ikat medan pada citra.

Untuk  menentukan  titik  kontrol  maka  icon  yang  dipilih  adalah

1d

.

Untuk melihat rms error dan jumlah titik kontrol yang sudah kita

ambil, klik pada View Link Table. Setelah mendapatkan rms error

di bawah 1, klik pada Georeferencing à Update Georeferencing.

KLASIFIKASI MULTISPEKTRAL CITRA

Klasifikasi  multispektral  citra  merupakan  pengelompokan  untuk

obyek yang sama pada citra. Klasifikasi dapat dibedakan menjadi

2   menurut   banyak   tidaknya   peran   operator,   yaitu   klasifikasi

unsupervised  (tak  terselia,  tak  beracuan)  dan  klasifikasi  supervised

(terselia, beracuan)

KLASIFIKASI UNSUPERVISED

Klasifikasi  tanpa menggunakan area sampel. Menggunakan klasifikasi ISO CLUSTER

  1. Tampilkan data   citra   yang   akan   kita   klasifikasikan   dalam ArcMap dan atur display RGB citra.
  1. Aktifkan ArcToolbox dan buka Spatial   Analyst Tools à Multivariate à Iso Cluster.

a

  1. Klik kanan   pilih   Open   pada   IsoCluster   atau   double   klik IsoCluster. Kemudian akan muncul tab IsoCluster, pilih input raster,  tentukan  lokasi  penyimpanan  dari  signature  file  dan tentukan jumlah kelasnya.
  1. Klik OK,  kemudian  tunggu  sampai  proses  Iso  Cluster  selesai maka  kita  sudah  memperoleh  file  signature  yang  akan  kita gunakan dalam input klasifikasi.
  1. Untuk mengeksekusi hasil  iso cluster kita, maka pilih Maximum Likelihood Classification dalam toolbox Multivariate.
  1. Masukkan input  raster  bands-nya  dan  file  signature  hasil  iso cluster kita  pilih  dan  simpan  output  raster  terklasifikasi  pada lokasi yang diinginkan.
  1. Klik OK dan tunggu proses selesai.
  2. Setelah selesai  maka pada  Data  View  akan muncul  citra  yang sudah terklasifikasi secara unsupervised (iso cluster).

b

KLASIFIKASI SUPERVISED
Klasifikasi menggunakan area sampel. Menggunakan klasifikasi
Maximum Likelihood. Sebelum proses klasifikasi perlu dilakukan
pengambilan sampel.

1. Untuk melakukan pengambilan sampel, terlebih dahulu dalam ArcCatalog kita buat data berupa vektor, dapat sebagai featureclass maupun shapefile.
2. Tambahkan data shapefile atau featureclass (polygon) yang sudah kita buat, dan  mulailah sesi editing  create new feature untuk membuat sampel.
3. Setelah selesai membuat sampel, dapat kita tambahkan juga field mengenai keterangan dari id yang kita buat.
4. Selanjutnya kita buat signature file dengan cara klik Create Signature pada toolbox Multivariate..
5. Masukkan input raster band dan sampel data, pilih sampel field dan tentukan lokasi dan nama output file signaturenya lalu klik OK.
6. Untuk mengeksekusi hasil create signature kita, maka pilih Maximum Likelihood Classification dalam toolbox Multivariate.

c

7.  Masukkan input raster bands-nya dan file signature hasil create signature kita pilih dan  simpan output raster terklasifikasi pada lokasi yang diinginkan.
8. Klik OK dan tunggu proses selesai.
9. Setelah selesai maka pada Data View akan muncul citra yang
sudah terklasifikasi secara supervised.

d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *