ISB Atma Luhur Pangkalpinang

Sistem Informasi Geografis

now browsing by category

berisi artikel & tutorial yang berkaitan dengan sistem informasi geografis atau GIS

 

WAJIB BACA DAN HARUS TAU !!! Sejarah perkembangan GIS

Nama       : Heru Septi Hirtayuda

Nim           : 1211500085

Kelompok : TV

35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.

Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.

Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.

Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS – SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI – Canadian land Inventory) – sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.

GIS dengan gvSIG.

CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika , memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut “Bapak SIG”.

CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.

Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun “Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)” dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.

Jenjang pendidikan SMU/senior high school melalui kurikulum pendidikan geografi SIG dan penginderaan jauh telah diperkenalkan sejak dini. Universitas di Indonesia yang membuka program Diploma SIG ini adalah D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, tahun 1999. Sedangkan jenjang S1 dan S2 telah ada sejak 1991 dalam Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Penekanan pengajaran pada analisis spasial sebagai ciri geografi. Lulusannya tidak sekedar mengoperasikan software namun mampu menganalisis dan menjawab persoalan keruangan. Sejauh ini SIG sudah dikembangkan hampir di semua universitas di Indonesia melalui laboratorium-laboratorium, kelompok studi/diskusi maupun mata pelajaran.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis

Read More

WAJIB DIBACA !!! Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan)

Nama       : Heru Septi Hirtayuda

Nim           : 1211500085

Kelompok : TV

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Pengertian menurut para ahli

  • Menurut Aronaff (1989)

SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.

  • Menurut Burrough (1986)

SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.

  • Menurut Kang-Tsung Chang (2002)

SIG sebagai a computer system for capturing, storing, querying, analyzing, and displaying geographic data.

  • Menurut Murai (1999)

SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.

  • Menurut Marble et al (1983)

SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.

  • Menurut Bernhardsen (2002)

SIG sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisa data

  • Menurut Gistut (1994)

SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi

  • Menurut Berry (1988)

SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.

  • Menurut Calkin dan Tomlison (1984)

SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.

  • Menurut Linden, (1987)

SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.

  • Menurut Alter

SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data, sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.

  • Menurut Prahasta

SIG merupakan sejenis software yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.

  • Menurut Petrus Paryono

SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis

Read More

Pengisian dan Editing Data Atribut/Tabular pada Quantum GIS, Penasaran??

Pada kondisi default (tanpa perubahan konfigurasi), ketika kita selesai membuat sebuah objek peta baru, akan muncul dialog untuk mengisikan data atribut bagi objek peta tersebut. Kita bisa memilih untuk mengisikan data atribut saat itu, atau ditunda dulu dan data atributnya diisikan atau diubah belakangan.
Pada bagian ini kita akan membahas beberapa hal mengenai cara pengisian data atribut. Read More

CARA MEMBANGUN GEODATABASE PADA ARCGIS 10

geodatabaseHallo Semuanya……….

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara membangun geodatabase di ArcGis 10…

Sebelum masuk ke dalam membangun geodatabase di arcgis 10 terlebih dahulu,, sebaiknya kita perlu mengetahui dan memahami dahulu pengantar geodatabase di bawah ini. : Read More

Pengenalan MapInfo

Ok,,ketemu lagi ni sama saya,pada postingan saya kali ini,saya akan membahas sedikit tentang MapInfo,,yang mau tau tentang MapInfo,,ayo..mari…dibaca postingan saya kali ini 😀 Read More

Cara Intall ArcGIS 10.1

ArcGis adalah salah satu program pemetaan berupa produk Sistem Informasi Geografis yang diproduksi oleh ESRI. ArcGis 10.1 merupakan software pengembangan dari produk-produk ArcGis sebelumnya, produk dari ESRI ini merupakan salah satu produk yang paling populer dan lebih simple sehingga banyak digunakan sebagai referensi untuk perkuliahan dan dunia kerja khususnya yang berhubungan dengan pemetaan. ArcGIS 10.1 merupakan software yang berbasis Windows. Cara Install ArcGIS 10.1 relatif mudah karena berbasis Windows tersebut. Read More

Cara Membuat Label yang Bervariasi pada ArcGIS

Menampilkan Luas suatu area dengan satuanya dalam bentuk Ha dengan ketelitian 1 angka di belakang koma atau buat label pada fitur garis (jalan) dengan panjang meter atau menampilkan 2 label yang berbeda dalam 1 fitur objek. Mungkin itu beberapa kalimat yang muncul ketika atasan meminta kita untuk menampilkan label di peta yang kita buat atau ingin membuat orang lebih mudah membaca dan memahami peta yang kita buat.

Read More

Aplikasi SIG untuk Sistem Kelistrikan

listrik

 

Secara umum, dalam bidang kelistrikan aplikasi SIG dapat digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan listrik, perencanaan jaringan tahun berikutnya, misalnya penentuan letak Gardu listrik, rute jaringan yang optimal, sampai pada penentuan lokasi kantor pelayanan pelanggan.
Teknologi SIG dalam bidang kelistrikan diterapkan untuk memetakan daerah/ lokasi pelanggan, asset jaringan, dan semua informasi yang terkait dengan pelanggan dan asset jaringan tersebut. Dan dalam perkembangannya, data – data ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pembangunan dan implementasi infrastruktur ketenagalistrikan.

Nama : Dwi suhendro

NiM : 1211500029 Read More

Menampilkan Multi Poligon Arrays di Google Maps

POLYGON ARRAYS,,,,,??

Apa itu….??

Polygon Arrays adalah sebuah fitur baru dari Google Maps API versi 3 dengan menggunakan sekumpulan koordinat yang dibentuk menjadi sebuah array. Setiap polygon dapat memiliki behaviour dan properties yang berbeda dengan polygon yang lainnya. Misalkan saya ingin menampilkan 2 polygon dengan warna yang berbeda, itu semua bisa dilakukan. Perbedaan dari Polygon KML dengan Polygon Arrays adalah kita dapat menampilkan Polygon Arrays di Google Maps secara dinamis dari database.

Apa pula MULTI POLYGON ARRAYS,,,??

Multi Polygon Arrays dapat diartikan sebagai sekumpulan atau banyak polygon. Jadi kita kita akan menampilkan beberapa polygon arrays di Google Maps.

OK, sekarang kita akan mulai membuat aplikasi sederhana untuk menampilkan multi polygon arrays di Google Maps. Saya ambil contoh kasus kecil misalnya Aplikasi Pemetaan Sawah di Karawang. Fungsinya adalah untuk menampilkan data sawah yang sudah di mark atau di blok dengan Polygon, disini kita akan menampilkan data lahan sawah berdasarkan kecamatan dan juga status lahan sawah itu sendiri.

Read More

4 Cara Pemetaan GIS dapat Memberdayakan Komunitas Hutan di Indonesia

4 Cara Pemetaan GIS dapat Memberdayakan Komunitas Hutan di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat deforestasi terbesar di dunia, dan di saat yang bersamaan memiliki jutaan orang yang keberlangsungan hidupnya tergantung pada hutan. Banyak di antara mereka hidup di komunitas adat, yang telah lama kurang memiliki hak dan kekuatan hukum atas tanah yang telah mereka gunakan dan lindungi selama beberapa generasi.

Read More